Refluks asam yang mengganggu telinga bagian dalam. Pada beberapa kasus, asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan dapat menyebabkan iritasi pada area di sekitar saluran telinga. Hal ini diduga dapat memengaruhi keseimbangan, meskipun hubungan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Stres dan kecemasan. Asam lambung sering kambuh saat seseorang mengalami stres. Stres juga dapat memicu pusing, rasa melayang, bahkan memperburuk gejala vertigo pada orang yang memang memiliki riwayat vertigo.
Kurang makan akibat maag. Nyeri lambung atau mual membuat seseorang makan lebih sedikit. Akibatnya, kadar gula darah bisa menurun sehingga menimbulkan pusing, lemas, dan sensasi tidak stabil.
Dehidrasi karena muntah. Jika asam lambung menyebabkan muntah berulang, tubuh dapat kehilangan cairan dan elektrolit, yang dapat menyebabkan pusing.
Kurang tidur. Keluhan asam lambung yang muncul pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur dapat memperparah rasa pusing dan meningkatkan risiko serangan vertigo pada sebagian orang.